Langsung ke konten utama

Metamorfosa



Selalu saja ada...
Menjadi detik baru di tiap nafas
Kisah sendu dalam ingatan lama
Terkias...
Baik kau dan kau,
Saling acuh dalam satu tatap
Menganggap lupa semua warna
Menganggap semua hanya sebatas frasa
Tanpa sisa-sisa rasa bersama

Benar memang..
Menjadi hakmu untuk menggaris lupa
Meninggalkan burat semu bayang itu
Branjak dengan kisah baru
menjadi kau....
tanpa noda-noda rindu
yang terus menyelimutiku
terus menimang aku dalam pulas
sbebelum tersadar dari khayalan kuat itu
lalu mnenuntunku....
mngambil sudut lain dari kisah  itu..
dan terbangun... menjadi sedia kala
kita tanpa rasa...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tirakat : Sarana Mengolah Jiwa

            Fenomena yang lazim ditemui pada kehidupan santri adalah makan dengan makanan seadanya sehingga terkesan mengesampingkan gizi. Pada faktanya, kebanyakan pondok pesantren memang menitikberatkan pada bagaimana santri bisa tetap bertahan hidup walau dengan ala kadarnya. Bahkan beberapa pesantren juga mengajarkan tradisi yang biasanya menjadi ciri khas dari pondok tersebut. Tegalrejo misalnya, pondok pesantren yang berada dikawasan ini mengajari santri untuk tidar sekedar menjadi pintar tapi juga menjadi santri yang tahan banting. Salah satu pondok yang berada dikawasan ini adalah Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API). Dipondok ini, santri diajari cara mengolah jiwa agar senantiasa bisa mengendalikan nafsu, tirakat istilahnya.             Tirakat atau riyadhotun nafsi menjadi ciri khas di pondok pesantren ini. Jenisnya bermacam-macam, dari ngrowot, naun,...

Kisah senja

Hening mengalir dilautan hitam Diam menjelma beriring nada Merdunya melantun cairkan tawa Entah apa dengan isi jiawa Merpati seolah ingin bersuara Namun sayang.... Belum mampu ia mencari kata Senja pergi hingga kini Angin berkelana ke sudut sisi Kupu rela menjadi ulat kembali Berharap kata berkenan bertukar posisi Sayang.... Bintang dan langit belum merstui Sempitnya rasa disela diri Kata dan nada belum cukup mewakili Walau perang dunia lama terlewati Memang sulit menerka hati Berharap detik menjawan diam merpati