Langsung ke konten utama

Jenis-Jenis Kalimat pada Tata Bahasa Arab


       Dalam tata bahasa arab (ilmu nahwu /نحو), kalimat atau kata (لفظ) memiliki istilah-istilah tersendiri. Pada bagian ini akan dipaparkan “sekelumit” tentang istilah-istilah tersebut. Antara lain:
1. Isim (اسم), atau kata benda yaitu setiap kata yang menunjukkan nama segala sesuatu serta tidak disertai keadaan waktu tertentu. Contohnya adalah kata زَيْدٌ، بَقَرٌ، مَدِيْنَةٌ .
2. Fi’il (فعل), atau kata kerja yaitu setiap kata yang menunjukkan makna pekerjaan yang bersamaan dengan waktu tertentu. Apabila waktu tersebut telah berlalu maka disebut dengan fi’il madi (فعل ماض ). Jika kalimat tesebut bersamaan dengan waktu yang sedang berlangsung atau akan berlangsung disebut dengan fi’il mudhori’ (فعل مضارع). Ketika menunjukkan makna perintah dan berzaman waktu yang akan datang disebut fi’il ‘amr (فعل امر).
3. Huruf حرف) ) atau awalan yaitu kata yang dapat bermakna jika digabung dengan kalimat lain. Pada konteks kalimat ini ada unsur lain yang secara rinci dijelaskan dalam kitab Al Jurumiyah yaitu huruf-huruf itu memang memiliki makna contoh: هَلْ (apakah), فِي (didalam),  لَمْ(tidak/belum).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tirakat : Sarana Mengolah Jiwa

            Fenomena yang lazim ditemui pada kehidupan santri adalah makan dengan makanan seadanya sehingga terkesan mengesampingkan gizi. Pada faktanya, kebanyakan pondok pesantren memang menitikberatkan pada bagaimana santri bisa tetap bertahan hidup walau dengan ala kadarnya. Bahkan beberapa pesantren juga mengajarkan tradisi yang biasanya menjadi ciri khas dari pondok tersebut. Tegalrejo misalnya, pondok pesantren yang berada dikawasan ini mengajari santri untuk tidar sekedar menjadi pintar tapi juga menjadi santri yang tahan banting. Salah satu pondok yang berada dikawasan ini adalah Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API). Dipondok ini, santri diajari cara mengolah jiwa agar senantiasa bisa mengendalikan nafsu, tirakat istilahnya.             Tirakat atau riyadhotun nafsi menjadi ciri khas di pondok pesantren ini. Jenisnya bermacam-macam, dari ngrowot, naun,...

Metamorfosa

Selalu saja ada... Menjadi detik baru di tiap nafas Kisah sendu dalam ingatan lama Terkias... Baik kau dan kau, Saling acuh dalam satu tatap Menganggap lupa semua warna Menganggap semua hanya sebatas frasa Tanpa sisa-sisa rasa bersama Benar memang.. Menjadi hakmu untuk menggaris lupa Meninggalkan burat semu bayang itu Branjak dengan kisah baru menjadi kau.... tanpa noda-noda rindu yang terus menyelimutiku terus menimang aku dalam pulas sbebelum tersadar dari khayalan kuat itu lalu mnenuntunku.... mngambil sudut lain dari kisah   itu.. dan terbangun... menjadi sedia kala kita tanpa rasa...

Kisah senja

Hening mengalir dilautan hitam Diam menjelma beriring nada Merdunya melantun cairkan tawa Entah apa dengan isi jiawa Merpati seolah ingin bersuara Namun sayang.... Belum mampu ia mencari kata Senja pergi hingga kini Angin berkelana ke sudut sisi Kupu rela menjadi ulat kembali Berharap kata berkenan bertukar posisi Sayang.... Bintang dan langit belum merstui Sempitnya rasa disela diri Kata dan nada belum cukup mewakili Walau perang dunia lama terlewati Memang sulit menerka hati Berharap detik menjawan diam merpati