Langsung ke konten utama

Cara umum menentukan jenis kalimat


  1. Kalimat isim :
    Kalimat isim dapat diketahui dengan adanya tanda-tanda yang masuk/ada pada kalimat tertentu, antara lain beri’rob jer (جر), tanwin (ً،ٍ،ٌ), al (ال), dan huruf jer (جر). Keempat tanda tadi tidak harus ada semua, tetapi cukup ada salah satu. Namun antara tanwin (ً،ٍ،ٌ) dan al (ال) tidak boleh berada pada satu kalimat, seperti lafaاَلْكِتَابٌ  l
  2. Kalimat fi’il :
    Untuk mengetahui jenis kalimat ini yang perlu diperhatikan adalah kata yang masuk pada suatu kata. سَوْفَ ،قَدْ   dan سَ adalah awalan yang bisa masuk pada jenis kalimat ini, sedangkan akhiranya biasanya adalah huruf ta’ ta’nis ( تْ ).
  3. Kalimat huruf :
    Ciri-ciri dari kalimat huruf adalah tidak pantas dimasukai dari tanda-tanda kalimah isim ataupun fiil.

Huruf Jer dan Huruf Nasob
Setelah menguraikan jenis-jenis kalimatnya, pada bagian ini juga akan ditambahi dengan huruf-huruf jer dan artinya :
  1. Huruf Jer
  • مِنْ = dari
  • اِلَى = ke
  • عَنْ = dari
  • عَلَى = diatas
  • فِى = didalam
  • رُبَّ = banyak/sedikit
  • بِ = dengan
  • كَ = seperti
  • لِ = milik/ kepunyaan
  • حرف القسم  (وَ، بِ، تَ) = demi
  • مُذْ = dari
  • مُنْذُ = dari
2. Huruf nasob
  • اَنْ = akan
  • لَنْ = tidak akan
  • كَيْ = supaya
  • اِذَنْ = tiba-tiba
  • لاَمُ كَيْ = agar supaya
  • لاَمُ جُحُوْد = agar supaya
  • حَتّىَ جُحُوْد = sehingga

3. Huruf jazem
  • لَمْ = tidak
  • لَمَّا = sudah tidak
  • اَلَمْ = adakah tidak
  • اَلَمَّا = adakah sudah tidak
  • لَامْ امر = lebih baik
  • لَامْ دعاء = semoga
  • لاَ نهى = jangan
  • لاَ دعاء = jangan sampai
  • اِنْ = ketika
  • مَا = perkara/barang
  • مَنْ = barang siapa
  • مَهْمَا = kapan-kapan
  • اِذْمَا = ketika
  • اَيٌّ = pada apa
  • مَتَى = kapan-kapan ketika
  • اَيَّانَ = dimana
  • اَيْنَ = dimana
  • اَنَّى = waktunya
  • حَيْثُمَا = dimana
  • كَيْفَمَا = bagaimana

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tirakat : Sarana Mengolah Jiwa

            Fenomena yang lazim ditemui pada kehidupan santri adalah makan dengan makanan seadanya sehingga terkesan mengesampingkan gizi. Pada faktanya, kebanyakan pondok pesantren memang menitikberatkan pada bagaimana santri bisa tetap bertahan hidup walau dengan ala kadarnya. Bahkan beberapa pesantren juga mengajarkan tradisi yang biasanya menjadi ciri khas dari pondok tersebut. Tegalrejo misalnya, pondok pesantren yang berada dikawasan ini mengajari santri untuk tidar sekedar menjadi pintar tapi juga menjadi santri yang tahan banting. Salah satu pondok yang berada dikawasan ini adalah Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API). Dipondok ini, santri diajari cara mengolah jiwa agar senantiasa bisa mengendalikan nafsu, tirakat istilahnya.             Tirakat atau riyadhotun nafsi menjadi ciri khas di pondok pesantren ini. Jenisnya bermacam-macam, dari ngrowot, naun,...

Metamorfosa

Selalu saja ada... Menjadi detik baru di tiap nafas Kisah sendu dalam ingatan lama Terkias... Baik kau dan kau, Saling acuh dalam satu tatap Menganggap lupa semua warna Menganggap semua hanya sebatas frasa Tanpa sisa-sisa rasa bersama Benar memang.. Menjadi hakmu untuk menggaris lupa Meninggalkan burat semu bayang itu Branjak dengan kisah baru menjadi kau.... tanpa noda-noda rindu yang terus menyelimutiku terus menimang aku dalam pulas sbebelum tersadar dari khayalan kuat itu lalu mnenuntunku.... mngambil sudut lain dari kisah   itu.. dan terbangun... menjadi sedia kala kita tanpa rasa...

Kisah senja

Hening mengalir dilautan hitam Diam menjelma beriring nada Merdunya melantun cairkan tawa Entah apa dengan isi jiawa Merpati seolah ingin bersuara Namun sayang.... Belum mampu ia mencari kata Senja pergi hingga kini Angin berkelana ke sudut sisi Kupu rela menjadi ulat kembali Berharap kata berkenan bertukar posisi Sayang.... Bintang dan langit belum merstui Sempitnya rasa disela diri Kata dan nada belum cukup mewakili Walau perang dunia lama terlewati Memang sulit menerka hati Berharap detik menjawan diam merpati